Skip to content

Web Programming

Anak TJKT bisa Menjadi Web Developer: Harus Mulai Dari Mana?

Alumni TKJ 2014 Software Developer PT. Pura Group

Apakah impian Anda saat ini adalah menjadi web developer? Jika ya, pilihan Anda sungguh tepat. Web development atau pengembangan web adalah salah satu sektor terkait website yang akan memberi gaji terbilang tinggi, meskipun Anda baru saja bekerja sebagai seorang web developer.

Jadi, jika Anda ingin membuat website untuk tujuan pribadi atau ingin memberi sumbangsih di dunia web sebagai web developer, mulailah wujudkan impian Anda dari sekarang.

Namun, web development adalah bidang yang sangat luas, jadi Anda harus punya gambaran umumnya lebih dulu. Nah, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan cara menjadi web developer, jenis-jenis pemrograman web, kisaran gaji web developer, keahlian untuk menjadi web developer, dan lain sebagainya.

Apa Saja Job Description Web Developer?

Job description web developer adalah membuat website menggunakan berbagai bahasa pemrograman. Pekerjaan web developer meliputi mendesain tata letak website dan mengembangkan fungsionalitas situs untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Terkadang, setelah menyelesaikan proyek pembuatan website, web developer juga menangani proses maintenance kinerja website, melakukan pembaruan, dan pemeriksaan masalah teknis. Karena areanya cukup luas, job description web developer biasanya dibagi menjadi tiga spesialisasi seperti yang kami jelaskan di bawah ini.

1.    Front-end Developer

Tugas front end developer adalah menangani semua yang terlihat oleh pengunjung situs, seperti desain website secara keseluruhan, menu, tombol interaksi, dan gambar untuk menyempurnakan UX. Mengapa sebutannya adalah front-end? Hal ini karena front-end menyerupai bagian depan atau display toko yang menampilkan informasi atau gambaran umum tentang suatu toko sebelum Anda memasukinya.

Front-end developer dituntut untuk kreatif dan memiliki skill desain yang mumpuni. Tidak hanya menyempurnakan tampilan situs, front-end developer juga harus memikirkan cara berinteraksi dengan pengunjung situs, kemudahan navigasi, dan kenyamanan pengunjung. Seorang front-end developer harus menguasai HTML, CSS, dan bahasa pemrograman JavaScript.

HTML & CSS

HTML mewakili berbagai konten, seperti teks paragraf, headline, dan tabel. Sebagai salah satu bahasa pemrograman yang paling mudah dipelajari, HTML merupakan poin pertama yang harus diketahui oleh semua developer. Apa pun bidang development yang Anda pilih, Anda wajib mempelajari HTML agar tahu cara membuat dan mengelola website.

CSS, di sisi lain, berfungsi untuk ‘mengutak-atik’ konten yang dibuat dengan HTML. Anggap saja website Anda adalah kemasan minuman yang dijual di minimarket. HTML adalah desain yang tertera pada label nama kemasan, sedangkan CSS adalah desain dan tata letaknya.

Salah satu tempat yang tepat untuk belajar pemrograman web, khususnya HTML dan CSS adalah BitDegree. Di platform ini, Anda bisa mempelajari kursus interaktif terkait HTML & CSS. Semua hal tentang coding tersedia di sana, dan Anda bisa membaca serta menerapkannya kapan saja tanpa perlu mengunduhnya.

Di akhir kursus, Anda sudah bisa membuat dan mengaktifkan sebuah website sederhana. Kursus ini bisa Anda selesaikan hanya dalam sehari atau dua hari.

JavaScript

Setelah CSS & HTML, bidang lain yang perlu Anda pelajari adalah JavaScript. JavaSript berfungsi untuk ‘menghidupkan’ website. Bidang ini harus dikuasai dengan baik karena dunia bisnis saat ini sedang membutuhkan website yang dinamis dan interaktif.

Dengan JavaScript, Anda bisa membuat website yang interaktif dengan beragam fungsionalitas, misalnya tombol like Facebook, retweet Twitter, dan lainnya. JavaScript menghadirkan representasi visual bagi user serta membantu web developer untuk ‘mencatat’ apa yang diklik oleh user.

2.    Back-end Developer

Back-end development berkaitan dengan penulisan kode sehingga tidak akan terlihat oleh user. Umumnya, tugas backend developer adalah menangani hal-hal terkait perbaikan atau peningkatan fungsi sistem, API, library, dan sejenisnya. Singkatnya, back-end development berarti bekerja dengan kode yang tidak terlihat oleh user secara lagsung.

Biasanya, back-end berhubungan dengan database. Backend website sama seperti ruang penyimpanan suatu toko, yang tentu saja tidak bisa dilihat atau dimasuki oleh para pengunjung, bahkan pelanggan. Namun, ruang penyimpanan ini merupakan bagian terpenting toko.

Orang-orang yang bekerja sebagai backend developer umumnya merupakan problem solver terbaik, selalu memakai logika, dan lebih tertarik pada fungsi daripada tampilan website. Back-end developer menggunakan bahasa pemrograman dari sisi server, seperti PHP dan SQL. Pemahaman dasar tentang HTML & CSS juga diperlukan untuk menyediakan data dalam bentuk yang rapi.

SQL

Jika website Anda mengumpulkan berbagai informasi user, seperti alamat email, nama, nama terakhir, dan lain-lain, informasi ini harus disimpan dalam database. Dalam database, SQL berfungsi untuk memfilter, menambahkan, menghapus, bahkan menggabungkan informasi seperti yang kami sebutkan di atas. Anggaplah database adalah ruang penyimpanan atau gudang toko.

Walaupun ruangnya besar dan ada banyak barang di dalamnya, Anda memiliki seorang karyawan yang bisa mengaturnya dengan baik. Karyawan ini mengetahui informasi semua barang yang disimpan, tapi ia hanya bisa berbicara dalam bahasa SQL. Jadi, untuk memintanya melakukan sesuatu atau mengirim instruksi, Anda harus menggunakan bahasa SQL.

PHP

Agar website Anda lebih fungsional, gunakan PHP. Sebaiknya pelajari bahasa pemrograman ini karena berkaitan dengan komunikasi antara website dan database. Jika Anda sering melihat formulir login, formulir ini dibuat menggunakan PHP.

Pada saat Anda mengetikkan informasi login, PHP akan mempelajari dan mengecek database apakah informasi yang dimasukkan benar atau tidak. Jika benar, maka Anda akan bisa masuk ke akun atau dashboard.

3.    Full-stack Developer

Full-stack development mencakup semua pekerjaan, yaitu menjadi front-end dan back-end developer, serta mengharuskan Anda menguasai berbagai bahasa pemrograman. Seorang full-stack developer juga harus memahami logika bisnis, lingkungan hosting dan jaringan, serta UX.

Jika ingin menjadi web developer, sebaiknya jangan mulai menjadi seorang full-stack web developer karena spesialisasi ini mengharuskan Anda memiliki skill coding tingkat lanjut. Selain itu, Anda juga harus paham elemen-elemen front-end dan back-end, yang juga membutuhkan waktu lama untuk dikuasai. Hampir semua full-stack web developer memulai portofolio mereka sebagai back-end web developer terlebih dahulu.

Cara Menjadi Web Developer: Langkah untuk Memulainya

Perlu Anda ingat bahwa tidak ada jalur karier yang lurus-lurus saja sedari awal untuk menjadi web developer profesional. Nah, berikut adalah langkah-langkah untuk memulai arah yang tepat menjadi seorang web developer.

1.    Cari tahu peluang karier di bidang ini

Anda harus yakin bahwa ini adalah pilihan yang tepat. Mengerjakan sesuatu yang Anda senangi akan meningkatkan peluang sukses dan kualitas pekerjaan Anda. Berikut beberapa tips untuk menentukan apakah Anda cocok menjadi seorang developer website:

  • Cari tahu minat Anda. Back-end development biasanya melibatkan pemikiran kritis dan kreatif, sedangkan front-end development lebih cocok untuk yang tertarik pada desain grafis dan perilaku manusia. Pilihlah yang menurut Anda lebih sesuai.
  • Bicaralah dengan konsultan pekerjaan. Dengan demikian, Anda bisa mengatur rencana karier dan mencari tahu apa saja yang Anda perlukan untuk mencapai tujuan. Mereka juga bisa menemukan alternatif yang lebih cocok dengan kemampuan Anda.
  • Mengobrol dengan para profesional. Mereka yang sudah berpengalaman bisa menjawab semua pertanyaan dan kekhawatiran Anda. Anda bisa mendapatkan tips untuk menghindari kesalahan umum yang sering terjadi di awal karier.
  • Identifikasi kekurangannya. Meskipun fleksibel, pekerjaan web developer sering menimbulkan kelelahan mata dan sakit punggung karena duduk terlalu lama. Apabila gaya hidup seperti ini tidak cocok untuk Anda, pekerjaan ini juga mungkin kurang sesuai.
  • Ketahui tool yang diperlukan. Teknologi software dan hardware terus berkembang sehingga Anda harus siap apabila harus menggunakan tool yang cukup mahal. Front-end developer, misalnya, hatus membeli software desain grafis seperti Adobe XD dan CorelDRAW.

2.    Pilih spesialisasi yang tepat

Web development mencakup banyak bidang. Akan cukup lama untuk mempelajari semuanya, dengan biaya dan upaya yang juga tidak sedikit. Jadi, pilihlah spesialisasi yang tepat. Tentukan apakah akan menjadi front-end developer atau back-end web developer dengan mempertimbangkan hal-hal yang sudah kami jelaskan tadi.

3.    Perluas pengetahuan Anda

Langkah selanjutnya adalah mencari tahu lebih banyak hal tentang spesialisasi yang Anda pilih. Apabila sudah punya kenalan, coba tanyakan apakah mereka bersedia memberikan proyeknya di masa lalu untuk media Anda belajar. Jangan ragu untuk meminta bantuan dan panduan dari mereka tentang cara menjadi web developer.

4.    Ikuti boot camp coding

Apabila kesulitan untuk belajar sendiri, coba ikuti boot camp coding. Program pelatihan ini berlangsung selama 17-34 minggu dan berfokus pada skill praktis yang permintaannya sedang tinggi. Program ini lebih murah daripada kuliah, serta intensif agar peserta langsung siap terjun dalam pekerjaan.

Karena ada banyak sekali tipenya, berikut adalah beberapa pertimbangan saat memilih boot camp:

  • Tingkat intensitas. Boot camp part-time memakan waktu lebih lama daripada full-time karena berlangsung di malam hari pada akhir pekan. Ikuti tipe ini agar lebih santai jika Anda cukup sibuk pada hari kerja.
  • Kemudahan akses. Pilih antara metode tatap muka atau online. Di samping itu, boot camp yang bisa disesuaikan temponya akan lebih cocok bagi pemula yang memiliki gaya belajarnya sendiri dan menginginkan fleksibilitas.
  • Pengalaman. Tentukan tingkat pengalamannya lebih dulu. Mulailah dengan tingkat pemula sampai menguasai dasar-dasarnya, baru lanjutkan ke tingkat berikutnya.
  • Biaya. Beberapa boot camp menawarkan ISA (Income Share Agreements), yang menyesuaikan biaya program dengan ekspektasi gaji peserta setelah menyelesaikan kursus. Namun, masih ada banyak boot camp yang menawarkan pembayaran satu kali.
  • Tipe kursus. Cari tahu materi pembelajaran program sebelum bergabung, karena sebagian besar boot camp hanya fokus pada area tertentu.
  • Tutor. Tanpa adanya kurikulum tetap, tidak ada jaminan bahwa pengajar boot camp sudah melalui sertifikasi. Jangan sungkan menghubungi penyelenggara untuk memastikan kemampuan mengajar para tutornya.

5.    Ikuti sertifikasi dan dapatkan kualifikasi

Meskipun bisa menjadi developer web tanpa memiliki gelar, ada banyak keuntungan jika Anda mengikuti pendidikan formal yang bisa melancarkan perjalanan karier Anda. Perlu Anda ingat bahwa program-program ini akan membutuhkan biaya. Pastikan untuk mempertimbangkan tujuan karier dan anggaran Anda sebelum membuat keputusan.

6.    Perbanyak pengalaman

Cara yang paling mudah untuk memulai adalah menjadi sukarelawan. Misalnya, Anda bisa membuat website bisnis sederhana untuk toko kecil setempat, atau membuat website event untuk mempromosikan acara. Jasa yang Anda tawarkan mungkin gratis, tapi pengalaman yang Anda dapatkan bisa membayar jerih payah Anda nantinya. Plus, Anda juga bisa berkontribusi untuk masyarakat di sekitar.

Kemudian, Anda juga bisa mencoba pekerjaan freelance. Promosikan jasa Anda di marketplace freelance seperti Fiverr dan PeoplePerHour, lalu coba daftarkan diri ke proyek pengembangan web development kecil-kecilan. Sedikit demi sedikit, Anda bisa membangun reputasi dan kepercayaan di mata para klien.

Selain itu, Anda juga bisa bergabung dalam proyek open-source dan berkolaborasi dengan web developer lain. Cara ini cocok untuk meningkatkan skill coding dan networking Anda dengan para profesional. GitHub bisa menjadi platform yang sesuai untuk mulai mengikuti proyek open-source dan turut mengembangkan source code.

7.    Buat portofolio online

Portofolio online bisa menjadi media untuk menunjukkan kemampuan, pengalaman, dan pencapaian Anda. Dengannya, Anda bisa memantau progres karier Anda dan menunjukkan kredibilitas sebagai seorang web developer profesional saat wawancara kerja.

Berikut tips dari kami untuk cara membuat portofolio web developer:

  • Gunakan desain yang rapi dan responsive. Dengan demikian, portofolio Anda bisa diakses di berbagai ukuran layar dan optimal untuk SEO. Buatlah desain yang sederhana dan rapi.
  • Dapatkan nama domain yang tepat. Gunakan nama Anda sendiri jika memungkinkan. Atau, gunakan domain yang terlihat unik tapi masih menunjukkan profesionalitas Anda.
  • Tautkan ke proyek Anda. Buat daftar isi yang terhubung ke proyek Anda di GitHub, Bitbucket, atau CodePen. Berikan penjelasan mengenai peran Anda dan untuk siapa Anda bekerja.
  • Hanya tunjukkan proyek terbaik Anda. Klien dan perusahaan bisa melihat pekerjaan terbaik Anda tanpa harus membaca terlalu banyak informasi atau halaman web, yang kemudian akan menarik mereka untuk mempekerjakan Anda.
  • Cantumkan skill khusus Anda. Anda harus mampu terlihat lebih unggul daripada kompetitor. Tunjukkan semua bahasa pemrograman dan skill pengembangan yang Anda kuasai. Jangan lupa mencantumkan sertifikasi yang berhasil Anda peroleh.
  • Perkenalkan diri Anda. Berikan kesan yang baik pada calon pemberi kerja. Tuliskan tentang diri Anda di halaman About, cantumkan minat Anda, biografi, dan foto profesional.

8.    Pelajari pertanyaan interview programmer

Sebagian besar perusahaan IT melakukan wawancara seputar coding untuk menguji skill analitik, pemrograman, dan komunikasi peserta. Tim HR menggunakan metode ini untuk mengetes apakah kandidat memiliki pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni untuk pekerjaan yang dilamar.

Meskipun setiap perusahaan memiliki caranya sendiri, Anda masih bisa mempersiapkan diri. Berikut langkah-langkah cara lolos wawancara kerja sebagai web developer:

  • Lakukan simulasi wawancara. Mintalah rekan Anda yang bekerja di bidang yang sama untuk memberikan contoh kasus coding. Catat kelebihan dan kekurangan Anda untuk mencari tahu apa yang harus ditingkatkan.
  • Cari tahu proses rekrutmen perusahaan. Beberapa perusahaan hanya melaksanakan satu kali wawancara, dan ada yang sampai enam kali. Dengan melakukan riset, Anda pun bisa lebih mempersiapkan diri secara mental.
  • Ikuti Hackathon. Mengikuti event teknologi bergengsi bisa membiasakan diri Anda dengan lingkungan industri. Selain meningkatkan skill analitik, event ini akan melatih kemampuan untuk bekerja di bawah tekanan dan berkolaborasi dengan developer lain.
  • Tingkatkan kemampuan komunikasi Anda. Kesalahan terbesar para pelamar kerja saat wawancara seputar coding adalah asumsi mereka akan kasus yang diujikan. Jadilah proaktif dan jangan ragu untuk bertanya pada pewawancara.

9.    Mulai lamar pekerjaan dan perluas jaringan

Sekarang, setelah mempelajari langkah-langkah awal dalam cara menjadi web developer, saatnya Anda melamar pekerjaan di bidang pengembangan web.

Anda bisa menggunakan portal pencarian pekerjaan seperti Glassdoor dan Indeed, atau website perusahaan IT.

Apa pun cara yang Anda pilih, berikut hal-hal yang bisa menjadi pertimbangan saat mencari kerja:

  • Jenjang karier. Carilah pekerjaan yang memungkinkan Anda meraih jenjang yang lebih tinggi.
  • Gaji. Lakukan riset tentang gaji rata-rata untuk posisi yang Anda lamar. Selain itu, cari tahu apakah ada penawaran manfaat lainnya, seperti asuransi kesehatan, bonus, dan lain sebagainya.
  • Budaya perusahaan. Baca ulasan-ulasan tentang perusahaan tersebut untuk mencari tahu apakah lingkungannya sesuai dengan Anda. Seberapa besar pun gaji Anda, pekerjaan menjadi tidak menyenangkan jika lingkungannya ‘toxic’.
  • Jam kerja. Sudah jadi rahasia umum bahwa web developer dan designer sering kali harus bekerja lembur. Pastikan perusahaan memberikan upah lembur sebagai kompensasi.
  • Stabilitas perusahaan. Dengan demikian, Anda bisa menjaga tingkat stres agar tidak melampaui batas dan mendapatkan gaji serta manfaat yang stabil.

Ciri-ciri lowongan kerja palsu di antaranya:

  • Tidak menetapkan syarat kemampuan atau pengalaman.
  • Menawarkan gaji tinggi yang menggiurkan.
  • Terlihat tidak profesional, banyak salah eja, dan desain tidak rapi.
  • Meminta pembayaran di awal untuk pelatihan.
  • Menggunakan layanan email personal gratis, bukan email bisnis.

Jadi, pastikan untuk mengecek berkali-kali setiap lowongan pekerjaan sebelum mendaftar, atau hubungi perusahaan yang tampaknya memposting lowongan tersebut.

10. Terus tingkatkan kemampuan Anda

Pekerjaan di bidang IT akan terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Jadi, jika ingin menjadi web developer, Anda harus selalu mengikuti teknologi dan permintaan pasar terkini. Setelah mendapatkan pekerjaan pun, Anda tetap harus banyak belajar untuk meningkatkan kredibilitas dan mempermudah jalan meraih tujuan karier Anda.

Salah satu caranya adalah dengan terus membangun portofolio Anda. Ambil setiap kesempatan untuk berkolaborasi dengan web developer lain di luar spesialisasi Anda. Jika ingin menjadi full-stack developer, cara ini akan membuka mata Anda terhadap berbagai bidang pengembangan web.

Kesimpulan

Ada banyak bahasa pemrograman yang harus dipelajari seseorang jika ingin menjadi web developer, entah itu front-end ataupun back-end developer. Untuk menjadi seorang web developer, jalannya sangatlah panjang. Namun, jangan khawatir karena sekarang sudah ada platofrm belajar online bagi siapa pun yang sedang mencari cara menjadi web developer.

Sebagai ringkasan, Anda harus:

  • Melakukan riset tentang berbagai bidang ilmu komputer, fokus pada pengembangan web dan desain web.
  • Memilih spesialisasi yang paling sesuai untuk Anda.
  • Mempelajari skill yang dibutuhkan dengan mengikuti kursus online full-time maupun part-time, boot camp coding, atau pendidikan formal.
  • Membangun portofolio dan memulai karier Anda.

Bidang web development yang bisa menjadi titik awal untuk belajar web developer adalah HTML dan CSS. Kedua bidang ini sebaiknya dipahami dan dikuasai baik oleh front-end maupun back-end. Web development akan menjadi lebih mudah jika Anda sudah memahami code syntax, praktiknya, dan aturan-aturan coding.Good luck untuk semua calon web developer!

AWALI SUKSESMU BERSAMA TJKT SMK N 2 KUDUS

So, jika kamu anak TJKT SMK N 2 Kudus Ingin Sukses di bidang web developer, maka ikuti saran dari bapak ibu gurumu berikut ini:

  1. Sadarkan hati dan pikiranmu bahwa dirimu anak jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK N 2 Kudus
  2. Fokuskan dirimu memiliki minat dan bakat di web programming
  3. Jaga minat dan bakatmu dengan menyelesaikan tugas yang diberikan gurumu berupa modul WEB dan jobsheet di aplikasi melupinter.com
  4. Buat time schedule yang jelas dan terukur, ingat kesempatan belajarmu di smkn 2 kudus kurang dari 777 hari
  5. Pastikan kamu mengerjakan modul dan jobsheet secara original dari dirimu sendiri
  6. Manfaatkan komunikasi yang baik dengan gurumu untuk meningkatkan kompetensimu
  7. Manfaatkan berbagai sumber informasi untuk mengasah kompetensimu
  8. Buktikan kemampuanmu dengan mengikuti ujian sertifikasi kompetensi
  9. Buktikan hari ke 778 kamu di SMK N 2 Kudus sudah professional di bidang web programming dengan menjadi juara 1 LKS bidang design web tingkat Nasional
  10. Selamat dan semoga sukses